Menuju SaMaWaBa Bersamamu...
Akhir
akhir ini sering banget ada obrolan ringan agak berat dikit soal pernikahan..
hemmm mungkin sudah saatnya... jujur saja antara siap dan gak siap... siapnya
kalo teringat niat utama nikah untuk menyempurnakan agama dan termasuk sunah
yang disukai Nabi... gak siapnya, ketika terpikirkan apa yang akan terjadi
setelah itu... bagaimanapun juga suatu saat Insya Allah aku akan menalaninya...
Terlepas
dari itu semua penulis disini hanya ingin menuliskan ato lebih tepatnya
merangkum beberapa nasehat yang sudah
penulis dapat dari obrolan2 ringan tersebut maupun dari beberapa
pengajian ataupun sharing2 dengan beberapa orang.
Kehidupan suami istri
dalam sebuah keluarga bukanlah kehidupan surga yang hanya berisi kenikmatan dan
suka cita. Seromantis apapun suami istri, sesakinah apapun keluarga, suatu saat
pasti ada masalahnya. Kadang suami istri berselisih dalam satu hal, atau
‘bertengkar’.
Mungkin pertengkaran
yang sesekali terjadi pada suami istri bukanlah hal yang fatal. Selama masih
bisa mengendalikan diri baik dari kata-kata maupun perbuatan. Beberapa hal yang
pernah dinasehatkan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga diantaranya yaitu :
1. Antara suami istri perlu menghindari kata-kata ato ungkapan kebencian,
misal “ aku benci kamu, kata2 itu pasti akan membekas di hati istri ketika
suami mengatakan hal tersebut pada istri, istri akan merasa bahwa suami tidak
lagi mencintainya... seperti biasa seorang wanita adalah makhluk yang sensitif perasaannya
dan juga ahli sejarah dia akan terus mengingat kata2 itu meski pertengkaran
sudah reda...
2. Kalimat ancaman... misal “Awas, kalau kamu tidak berubah, aku akan pergi
dari rumah ini” atau “Jika kamu mengulangi hal itu lagi, aku akan mengusirmu
dari rumah ini” harus dihindari. Betapa banyaknya keluarga yang berantakan setelah
suami mengeluarkan ancaman semacam ini, kemudian istrinya menjawabnya dengan
ancaman pula. “Oke, kalau begitu aku akan pulang ke rumah orangtuaku.” Yang
lebih parah lagi jika suami mengancam dengan talak, Seperti kalimat: “Kalau
begini caranya, aku akan menceraikanmu.” Padahal sudah dijelaskan ada 3 hal
yang meskipun diungkapkan dengan sadar ato ridho dengan hati atopun dengan
bercanda maka akan tetap dihukumi sah yaitu antaranya “ nikah, talak dan rujuk
“ jadi untuk para suami jangan mudah untuk mengucapkan kata talak.. dan sebagai
isteri jangan mudah juga minta untuk dicerai...
3. Kata – kata “selalu” dan “tidak pernah” kata2 “selalu” biasanya diucapkan
suami misal, “Ini gara-gara kamu, kamu selalu terlambat menyiapkan sarapan,”
kata suami. Padahal, dalam satu pekan atau satu bulan, baru kali itu sang istri
terlambat menyiapkan sarapan. Itu pun karena dirinya tidak enak badan. Sedangkan
penggunaan kata “tidak pernah” umumnya lebih sering dipakai wanita. Ketika
marah kepada suaminya, ia mengatakan “Engkau tidak pernah membahagiakanku”, dll.
Kata-kata “tidak pernah” ini merupakan bentuk pengingkaran atas kebaikan
pasangan hidup kita. Dan karena ini banyak digunakan wanita, inilah yang
menyebabkan kebanyakan penghuni neraka adalah wanita.
“Dan aku melihat
neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari itu. Aku
lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya,
“Mengapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau
menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau,
“Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak,
melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami).
Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu,
kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di
hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali tidak pernah melihat
kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Teringat juga nasehatnya dr.
Danik pas acara keputrian desa bulan kemaren, beliau mengatakan kehidupan
berumah tangga itu kalo dibilang mudah ya mudah kalo dibilang sulit ya sulit...
ibaratnya pada awal pernikahan ketika suami menyuruh isteri membuatkan kopi..
maka dengan senang hati dan rasa penuh cinta isteri akan membuatkan kopi
tersebut... tapi setelah menjalani bertahun2 pernikahan dan saat isteri dalam
keadaan capek kok suami meminta isteri membuatkan kopi, maka tidak sedikit
isteri akan mengeluarkan kata2 yg kasar ato jelek.. inilah cobaan pernikahan,
dan sebagai wanita harus selalu ingat sebenarnya hanya ada 3 amalan yang bisa
menjadikan ato membawa seorang wanita masuk ke dalam surga yang pertama Sholat,
yang kedua Puasa dan yang ketiga adalah thoat pada Suami.. mungkin untuk Sholat
dan Puasa insya Allah banyak yang bisa menjalani dengan baik... tapi untuk yang
ketiga yaitu thoat pada suami inilah yang paling sulit... apalagi jika secara
pendidikan wanita berpendidikan sama ato bahkan lebih tinggi dari suami ato
secara finansial penghasilan istri lebih banyak dari suami, kemudiaan
wanita/isteri mengutarakan pendapat yang mungkin bertentangan dengan perdapat
suami.. lah ketika itulah sebagai wanita tetap harus dituntut thoat pada
suami... pasti tidak mudah ketika mengalami kejadian tersebut.
Pernah juga dicritakan
kisah nyata seorang Bapak ketika anaknya mau ijab dan seluruh persiapan resepsi
sudah digelar dia bertanya pada anak perempuannya ..” nak, apa kamu siap thoat
pada suamimu? Lebih baik acara ini dibatalkan saja kalo kamu belum siap.. Bapak
lebih baik kehilangan uang yang sudah dikeluarkan untuk acara ini semua dari
pada Bapak yang sudah mendidikmu dengan agama harus melihatmu masuk neraka gara
gara kamu tidak thoat pada suamimu..? sang anak bilang “aku siap”, setelah itu
Bapak bertanya pada calon menantunya... “nak apa kamu mau ridho pada anakku ato
istrimu kelak dan mau memaafkan istrimu ketika dia salah? Karna jangan sampai
anak yang sudah aku bekali dengan agama yang cukup bisa masuk neraka gara2
engkau tidak mau ridho pada dia..
Nabi pernah bersabda " Seandainya aku diperbolehkan memerintahkan umatku untuk bersujud pada manusia, niscaya aku akan memerintahkan seorang istri untuk bersujud pada suaminya..
Nabi pernah bersabda " Seandainya aku diperbolehkan memerintahkan umatku untuk bersujud pada manusia, niscaya aku akan memerintahkan seorang istri untuk bersujud pada suaminya..
Singkat cerita seperti
itu dan itu menunjukkan betapa pentingnya dan susahnya thoat pada suami
Inilah salah satu
alasan kenapa penulis ingin menuliskan bab ini... mungkin suatu saat ketika
penulis sudah menikah dan mengalami hal tersebut penulis bisa membuka tulisan
ini hanya untuk sekedar menasehati diri penulis agar bisa menekan ego dan bisa
tetap thoat pada suami penulis kelak (Insya Allah).. dan terus tidak lupa
penulis mengingatkan pada diri penulis sendiri untuk terus berdoa bisa jadi
istri yang sanggup thoat pada suami dan mendapatkan suami yang mau ridho pada
penulis...
Terus mempersiapkan diri menuju rumah tangga yang harmonis.. semoga bisa menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah Warrahmah dan Barokah dengan dilandasi keimanan ketaqwaan agar bisa tercapai hal tersebut...
see u bye.. bye...^_^
U_Y
U_Y