Senin, 25 Mei 2015

Single gak berarti sendiri

Single gak berarti sendiri

Hehehe, judulnya provokatif ya?!
Lagi lagi mengangkat tema single… ya maklumlah statusnya belum berubah “masih single” dan mungkin gara2 akhir2 ini banyak dapat undangan nikahan n tiap hadir mesti ditanyain *kapan nikah*

Bukannya mo “melawan” Single itu pedih cuma yah buat perenungan diri aja di usia seperti ini. Habisnya begitu banyak “kompor” di sekitar yang bikin panas dan seolah-olah nyuruh segera mencari-cari pasangan. Untung tuh kompor nggak pada meledak. Banyak orang yang katanya menyesal setelah menikah. Iya nyesel, kenapa nggak dari dulu. Hehehe Jd Meski begitu, Single bukan berarti penderitaan. Buktinya banyak yang bangga dan bahagia dengan ke-singleannya.

Single emang lagi naik daun (nggak tahu sebesar apa daunnya, sampe nggak jatoh).
Sebagai seorang bolamania, Single itu ibarat pemain yang bertipe oportunis, single fighter, tidak bergantung pada pemain lain, selalu punya kelebihan dalam melihat dan memanfaatkan sekecil apapun di pertahanan lawan untuk hasil terbaik.

kemandiriannya membuat si Single selalu fokus pada tujuan permainan, dan tidak terpengaruh hal lain. Dia adalah motivator dan inspirator dari sebuah tim/komunitas. Bebas bergerak menjelajah lapangan tanpa terikat pada posisi. Mampu meng- optimalkan stamina, teknik, dan daya tahan dalam menghadapi permainan lawan. Memiliki visi permainan yang cerdas untuk mencapai kemenangan. Dia mampu melihat sanctuary yang tidak bisa dilihat oleh pemain lain. Dia dikenal dengan istilah FANTASISTA! yang begini mungkin yang pantas disebut High Quality Single. Haha…ngomong apaan sih itu… LOL…

Single atau tidak sebetulnya sih buat Saya nggak begitu penting.
Karena yang penting tuh bagaimana kita bersikap dan berbuat dengan status kita itu.
Kalau kita menyikapinya dengan penuh rasa syukur, positif, kreatif,produktif dan aktif (termasuk aktif nyari#;pasangan hehehe).Insya Alloh kita akan bisa menikmatinya.

Enjoy aja kalo kata iklan mah!Percaya deh dengan begitu Single jadi hal yang nggak menakutkan lagi buat kita. Kita kan bisa lebih melihat lebih jauh ke depan dan lebih banyak sisi-sisi positif Single.Kalau orang bijak bilang, lihat ke- Single -an sebagai peluang, bukan sebagai hambatan (hehehe, emang bisnis?!).

Buang keluh kesah, terima ia sebagai sebuah nikmat lalu bersyukurlah, dan jangan pernah berhenti berharap. Sampai nanti tiba di batas waktu.

Jangan sampai status ke-Single-an kita bikin kita jadi jadi “mutung”, apalagi ketika melihat adik-adik kelas atau adik tingkat dan sejenisnya yang usianya dibawah kita udah nggak Single lagi.

Hingga ujung-ujungnya kita “banting harga”, ngobral. Sampe ada istilah 3 siapa dalam mencari jodoh. Usia under 25, “Siapa elo?”. Usia 25-30tahun, “Siapa gue ya?”. Hingga akhirnya, “Siapa aja deh!” ketika usia dah masuk kepala tiga. Buanglah gelisah, hapuslah resah dan jangan gundah dengan ke- Single -an kita.

Lihat ia sebagai bagian dari rencana Alloh untuk hidup kita. Percaya deh kita bisa tetap happy menikmati hari-hari sepi sendiri. Kita percayakan bahwa jodoh memang ada di tangan Alloh. Meski sebetulnya pepatah itu juga bermakna bahwa : walaupun kita sudah berusaha sangat keras sekali nguber, ngejar, sampai ngelamar tapi kalau bukan jodoh ya nggak akan jadi. Tapi sebaliknya, kalau kita nggak mau berusaha, nggak mau membuka diri, atau istilah sepakbolanya menunggu di daerah pertahanan, ya nggak bakal dapat juga. “Jodoh kita akan terus ada di tangan Alloh” kalau kita nggak usaha (haha sok teu nih)

Khan nggak mungkin tahu-tahu ada seseorang yang sesuai kita inginkan datang dan mengatakan, “Nikah, yuk!”.Begitulah hidup, nggak semuanya bisa dijelaskan dengan logika. Otak kita memiliki batas kemampuan untuk mengungkap semua keajaiban alam semesta yang maha sempurna ini.

Ada banyak hal dalam hidup ini yang hanya bisa kita terima tanpa reserve. Itu adalah rahasia Ilahi Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Kalau suatu keadaan itu memang tidak dapat kita ubah,misalnya kasus Jomblo ini, ya kita terima saja. Itu berarti jalan terbaik menurutNYA buat kita meski menurut kita belum tentu. Tapi DIA Maha Mengetahui yang terbaik buat hambaNYA. Toh gerundelan,uring-uringan, marah-marah, bahkan pake acara ngambek segala nggak ada gunanya. Mengalir sajalah, lakukan yang terbaik, semampu kita dengan seoptimal mungkin. Soal hasil akhir, itu kita serahkan pada Yang Maha Mengetahui.
Yang penting kita udah do the best. Melawan “arus” cuma bikin capek sendiri dan menimbulkan “riak-riak” baru dalam hidup kita. Bukan berarti pasrah dan diam tapi seperti burung yang terbang mengikuti arah angin,tapi tetap mengepakkan sayapnya. Mengalirlah dengan aktif. Jangan buang-buang energi dengan hal yang merugikan diri dan orang lain apalagi masa depan kita. Just go with the flow!

Dunia single nggak melulu kusam dan muram. Tergantung kita yang menjalaninya, mau kita beri “warna” apa. Dan semua itu berawal dari hati dan pikiran kita. Hati yang bersih penuh syukur dan pikiran cerdas yang jernih akan membuat kita produktif dalam “mewarnai” dunia single-ankita.

Mumpung masih lonely, kita masih punya konsentrasi yang banyak, waktu luang yang cukup dan sumber daya yang bisa kita optimalkan. Bukan berarti pas dah nggak single nggak bisa produktif, tapi jelas kita akan membagi perhatian, tenaga dan waktu kita buat keluarga.

Single, berarti kita punya waktu untuk bisa lebih jauh mempersiapkan diri menghadapi kehidupan ke depan termasuk kehidupan berumah tangga. Karena menikah tuh nggak cuma sekadar memadu cinta, lho! Seribu hal baik menyenangkan maupun tidak, baik mudah maupun sulit menanti ketika kita memutuskan untuk menikah.

Dan masa single bisa kita pergunakan untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi pernikahan dan kehidupan rumah tangga. Mempersiapkan ilmu,mental, jasmani, rohani hingga ekonomi. Termasuk rencana dan planning serta anggaran kehidupan.

So, jangan kecil hati kalau memang mesti ngesingle. Apalagi sampai patah arang, patah hati sampe pengen matahin leher segala. Jangan, bro! Cupet alias kerdil itu namanya.

Dunia single pun tak kalah indahnya koq. Asal kita nggak melihat dan menyikapinya negatif. Karena single nggak berarti sendiri, toh yang single banyak jadi kita nggak sendirian khan? Hihiii….


Jumat, 15 Mei 2015

Jangan Abaikan Kehadirannya

Jangan Abaikan Kehadirannya

Waktu engkau masih kecil dia laksana teman sejatimu
dengan keadaan suci, Dia engkau pegang dan kau pelajari
dia kau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari dan setelah selesai engkau engkaupun memeluk dan menciumnya mesra

Senin, 06 April 2015

Hanya Bisa Berencana

Berawal dari keinginan  para senior yang doyan ngetrip punya keinginan ngetrip bareng2 lagi ke ujung timur Pulau Jawa... dimana lagi kalo bukan Banyuwangi.. salah satu ikon Indonesia yang lagi hits banyak tempat tujuan ngetrip yang oke punya, yaah saya selaku junior ngetrip (julukan alay dikit) pastinya pengen ikut dong apalagi bisa ngetrip dengan para senior pastinya keinginan itu semakin kuat... akhirnya dengan perencanaan yang hampir sempurna yakni para senior berangkat dengan 2 mobil dan junior 1 mobil... oke fix ..segala persiapan pastinya sudah dirancang baik-baik mulai dari itung2an biaya, nyari sewa mobil nego sana nego sini yang akhirnya H-3 uda dapat keputusan berangkat rencana jam berapa, sewa mobilnya dimana dll yang mendukung acara tersebut.. sampe akhirnya H-3 juga tak sengaja baca salah satu postingan di sosmed yang menyatakan para rombongan senior dibatalkan ...*piye jal perasaanmu (kosa kata oleh2 dari Banyuwangi), sedih (dikit) & kecewa (dikit), *dikit-dikit klo digabungin jadi banyak loh* oke satu-satunya cara menghibur diri dengan kekecewaan itu yah dengan berusaha tidak mempercayai postingan di sosmed tersebut.. singkat cerita sampe pada hari H dalam hati tetep ada rasa ingin mempercayai klo rombongan yang lain tetep berangkat apapun alasannya... tapi sekali lagi ini dunia nyata yang kita inginkan dan bayangkan tidak selalu bisa jadi kenyataan ... manusia hanya bisa berangan angan dan merencanakan tapi semua keputusan finalnya Allahlah yang memutuskan ... yups dari yang awal pada junior hanya ingin ngikut senior ternyata qodarnya juniorlah yg berangkat... ^_^..


Rabu, 28 Januari 2015

Kau tau siapa dia…???

Kau tau siapa dia…???
Dia tidak memiliki wajah cantik juga tidak memiliki fisik yang kuat… tapi dia punya kemampuan untuk merombak tatanan dunia

Dia bukan raja tapi dia bisa berkuasa…

Dia punya kemampuan menghipnotis manusia loh.. banyak orang yang menjual kepribadian, menjual tubuh, menghianati teman bahkan menjual anaknya sendiri demi dia…

Dia tidak mengerti perbedaan orang sholeh atau bukan.. tapi dia bisa dijadikan manusia sebagai patokan derajat kehidupan di dunia…

Dia bukan iblis..tapi ada orang yang berbuat kekejian demi dia…

Kamis, 22 Januari 2015

Dibalik Diamnya…

Dibalik Diamnya…

“Diam”.. mungkin kata tersebut sering dilekatkan pada sosok lelaki… walaupun tidak semua lelaki terlahir dengan perisai karakter “pendiam” tapi pada hakekatnya lelaki lebih diam daripada wanita… mungkin ini hanya penilaianku ato anggapanku saja klo seorang lelaki yang mempunyai masalah, tertekan atopun sedih mereka lebih banyak tidak bicara sementara wanita akan memilih bicara dengan orang lain…

Dalam asumsi dan pandangan sebagai anak gadis… sosok lelaki yang paling baik menurutku adalah Ayah… tidak bisa dipungkiri seorang Ayah biasanya lebih banyak diam daripada seorang Ibu…
Dulu, ketika ayah mengajarkan kita mengendarai sepeda dan saat ia menganggap bahwa kita telah mampu ia akan melepaskan dan membiarkan kita melakukannya sendiri. Sementara disisi lain mungkin Ibu akan berkata sebaliknya, karena begitu takut melihat anaknya terjatuh. Lalu.. Apakah itu berarti ayah kita tega melihat anaknya terluka? Tidak…!!! justru sebenarnya ayah yakin semua kan baik-baik saja. Ayah membiarkan kita karena yakin kita bisa dan Ayah bangga pada kita… dan itulah yang dinamakan “dibalik diamnya ada kebanggaan”

Rabu, 14 Januari 2015

Fa’aina tadzhabuun…

Fa’aina tadzhabuun…

Bagaikan tetesan air di tanah yang gersang…iya.. setelah mendengarkan nasehat dari Cak Emir beberapa hari yang lalu…Question your self :” Fa’aina Tadzhabun… mau kemanakah kamu? Bisa diartikan tujuan hidupmu itu apa..?? ada beberapa yang menjawab “ingin jadi mubaligh-mubalighot” kemudian di Tanya lagi “setelah itu terus tujuannmu apa?”… ganti ke jawaban yang lain .. ada yg menjawab “ ingin sukses” dari jawaban itu muncul pertanyan yang serupa lagi…”setelah itu tujuannmu apa?... pada hakekatnya tujuan akhir kita adalah masuk surga dan selamat dari siksa neraka…

Well maksud dan tujuan yang menjawab ingin jadi mubalighot / mubaligh itu Insya Allah tak lain tetep mengarah pada tujuan akhir yaitu surga..