Rabu, 28 Januari 2015

Kau tau siapa dia…???

Kau tau siapa dia…???
Dia tidak memiliki wajah cantik juga tidak memiliki fisik yang kuat… tapi dia punya kemampuan untuk merombak tatanan dunia

Dia bukan raja tapi dia bisa berkuasa…

Dia punya kemampuan menghipnotis manusia loh.. banyak orang yang menjual kepribadian, menjual tubuh, menghianati teman bahkan menjual anaknya sendiri demi dia…

Dia tidak mengerti perbedaan orang sholeh atau bukan.. tapi dia bisa dijadikan manusia sebagai patokan derajat kehidupan di dunia…

Dia bukan iblis..tapi ada orang yang berbuat kekejian demi dia…

Kamis, 22 Januari 2015

Dibalik Diamnya…

Dibalik Diamnya…

“Diam”.. mungkin kata tersebut sering dilekatkan pada sosok lelaki… walaupun tidak semua lelaki terlahir dengan perisai karakter “pendiam” tapi pada hakekatnya lelaki lebih diam daripada wanita… mungkin ini hanya penilaianku ato anggapanku saja klo seorang lelaki yang mempunyai masalah, tertekan atopun sedih mereka lebih banyak tidak bicara sementara wanita akan memilih bicara dengan orang lain…

Dalam asumsi dan pandangan sebagai anak gadis… sosok lelaki yang paling baik menurutku adalah Ayah… tidak bisa dipungkiri seorang Ayah biasanya lebih banyak diam daripada seorang Ibu…
Dulu, ketika ayah mengajarkan kita mengendarai sepeda dan saat ia menganggap bahwa kita telah mampu ia akan melepaskan dan membiarkan kita melakukannya sendiri. Sementara disisi lain mungkin Ibu akan berkata sebaliknya, karena begitu takut melihat anaknya terjatuh. Lalu.. Apakah itu berarti ayah kita tega melihat anaknya terluka? Tidak…!!! justru sebenarnya ayah yakin semua kan baik-baik saja. Ayah membiarkan kita karena yakin kita bisa dan Ayah bangga pada kita… dan itulah yang dinamakan “dibalik diamnya ada kebanggaan”

Rabu, 14 Januari 2015

Fa’aina tadzhabuun…

Fa’aina tadzhabuun…

Bagaikan tetesan air di tanah yang gersang…iya.. setelah mendengarkan nasehat dari Cak Emir beberapa hari yang lalu…Question your self :” Fa’aina Tadzhabun… mau kemanakah kamu? Bisa diartikan tujuan hidupmu itu apa..?? ada beberapa yang menjawab “ingin jadi mubaligh-mubalighot” kemudian di Tanya lagi “setelah itu terus tujuannmu apa?”… ganti ke jawaban yang lain .. ada yg menjawab “ ingin sukses” dari jawaban itu muncul pertanyan yang serupa lagi…”setelah itu tujuannmu apa?... pada hakekatnya tujuan akhir kita adalah masuk surga dan selamat dari siksa neraka…

Well maksud dan tujuan yang menjawab ingin jadi mubalighot / mubaligh itu Insya Allah tak lain tetep mengarah pada tujuan akhir yaitu surga..