Jumat, 14 November 2014

Ayah

Ayah…
Tanggal 12 Nopember entah bagaimana asbabul nuzulnya bisa dijadikan hari Ayah … yang jelas pada hari itu banyak anak2 yang mengucapkan “Selamat Hari Ayah” untuk ayahnya masing2… tapi aku gak pernah mengucapkan hal itu pada Bapakku … dan tulisan ini sebenernya terinspirasi dari Hari Ayah tersebut..meski sudah telat nulisnya its oke bagiku lebih baik telat mengungkapkan daripada tidak sama sekali..hahhaha *kagak nyambung ya…*biarin… ^_^

Lewat tulisan ini aku ingin mengungkapkan sosok seorang Ayah di mataku…
Ayah … aku memanggilnya dengan sebutan “Bapak” dia adalah anak laki-laki dari kakek dan nenekku ^_^ dan seseorang  yang dicintai ibuku pastinya.. Seseorang yang hebat bagiku… seseorang yang tidak akan pernah menyakitiku… sosok yang selalu aku rindukan kala jauh darinya…

Senin, 10 November 2014

Tentang Seseorang

Tentang Seseorang

Permisi owner-nya blog, mau minta ijin curkit boleh yaa..

Efek booming film reuni AADC penulis jadi teringat masa lalu, sebenernya gak ada yg terlalu istimewa yg dialami penulis sama film ini. Malah sudah lupa dulu nonton film AADC ini dimana, sama siapa dan kapan .. Nothing special moment.
Tapi tetep film ini legendaris banget di jamannya, film lokal pertama yang mampu bersaing di tengah kepungan film² produksi hollywood dan china. Bisa dibilang film inilah tonggak bangkitnya dunia perfilman nasional yang sudah lama mati suri, makanya jangan heran kalo kawula muda saat itu begitu terobsesi dengan film ini. Mulai dari dandanannya, dialognya, sampai artisnya dipuja setinggi langit...terutama Dian Sastro. Hehe..

Minggu, 02 November 2014

Pour My Heart a.k.a Dear My Future Husband Part II

Pour My Heart a.k.a Dear My Future Husband Part II

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Apa kabar imamku hari ini? Sudahkah kamu bersyukur dengan semua nikmat yang kamu dapatkan sampai hari ini..?

Wahai calon imamku..
tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku? Disini aku diuji untuk menjadi dewasa,
agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi. hmmm bunga akan indah pada waktunya, yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku. Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak Insya Allah… Amiin...