Kamis, 31 Maret 2016

Menuju SaMaWaBa Bersamamu...



Menuju SaMaWaBa Bersamamu...


Akhir akhir ini sering banget ada obrolan ringan agak berat dikit soal pernikahan.. hemmm mungkin sudah saatnya... jujur saja antara siap dan gak siap... siapnya kalo teringat niat utama nikah untuk menyempurnakan agama dan termasuk sunah yang disukai Nabi... gak siapnya, ketika terpikirkan apa yang akan terjadi setelah itu... bagaimanapun juga suatu saat Insya Allah aku akan menalaninya...
Terlepas dari itu semua penulis disini hanya ingin menuliskan ato lebih tepatnya merangkum beberapa nasehat yang sudah  penulis dapat dari obrolan2 ringan tersebut maupun dari beberapa pengajian ataupun sharing2 dengan beberapa orang.

Kehidupan suami istri dalam sebuah keluarga bukanlah kehidupan surga yang hanya berisi kenikmatan dan suka cita. Seromantis apapun suami istri, sesakinah apapun keluarga, suatu saat pasti ada masalahnya. Kadang suami istri berselisih dalam satu hal, atau ‘bertengkar’.

Mungkin pertengkaran yang sesekali terjadi pada suami istri bukanlah hal yang fatal. Selama masih bisa mengendalikan diri baik dari kata-kata maupun perbuatan. Beberapa hal yang pernah dinasehatkan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga diantaranya yaitu :
1.      Antara suami istri perlu menghindari kata-kata ato ungkapan kebencian, misal “ aku benci kamu, kata2 itu pasti akan membekas di hati istri ketika suami mengatakan hal tersebut pada istri, istri akan merasa bahwa suami tidak lagi mencintainya... seperti biasa seorang wanita adalah makhluk yang sensitif perasaannya dan juga ahli sejarah dia akan terus mengingat kata2 itu meski pertengkaran sudah reda...

2.      Kalimat ancaman... misal “Awas, kalau kamu tidak berubah, aku akan pergi dari rumah ini” atau “Jika kamu mengulangi hal itu lagi, aku akan mengusirmu dari rumah ini” harus dihindari. Betapa banyaknya keluarga yang berantakan setelah suami mengeluarkan ancaman semacam ini, kemudian istrinya menjawabnya dengan ancaman pula. “Oke, kalau begitu aku akan pulang ke rumah orangtuaku.” Yang lebih parah lagi jika suami mengancam dengan talak, Seperti kalimat: “Kalau begini caranya, aku akan menceraikanmu.” Padahal sudah dijelaskan ada 3 hal yang meskipun diungkapkan dengan sadar ato ridho dengan hati atopun dengan bercanda maka akan tetap dihukumi sah yaitu antaranya “ nikah, talak dan rujuk “ jadi untuk para suami jangan mudah untuk mengucapkan kata talak.. dan sebagai isteri jangan mudah juga minta untuk dicerai...


3.      Kata – kata “selalu” dan “tidak pernah” kata2 “selalu” biasanya diucapkan suami misal, “Ini gara-gara kamu, kamu selalu terlambat menyiapkan sarapan,” kata suami. Padahal, dalam satu pekan atau satu bulan, baru kali itu sang istri terlambat menyiapkan sarapan. Itu pun karena dirinya tidak enak badan. Sedangkan penggunaan kata “tidak pernah” umumnya lebih sering dipakai wanita. Ketika marah kepada suaminya, ia mengatakan “Engkau tidak pernah membahagiakanku”, dll. Kata-kata “tidak pernah” ini merupakan bentuk pengingkaran atas kebaikan pasangan hidup kita. Dan karena ini banyak digunakan wanita, inilah yang menyebabkan kebanyakan penghuni neraka adalah wanita. 

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari itu. Aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Mengapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali tidak pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Teringat juga nasehatnya dr. Danik pas acara keputrian desa bulan kemaren, beliau mengatakan kehidupan berumah tangga itu kalo dibilang mudah ya mudah kalo dibilang sulit ya sulit... ibaratnya pada awal pernikahan ketika suami menyuruh isteri membuatkan kopi.. maka dengan senang hati dan rasa penuh cinta isteri akan membuatkan kopi tersebut... tapi setelah menjalani bertahun2 pernikahan dan saat isteri dalam keadaan capek kok suami meminta isteri membuatkan kopi, maka tidak sedikit isteri akan mengeluarkan kata2 yg kasar ato jelek.. inilah cobaan pernikahan, dan sebagai wanita harus selalu ingat sebenarnya hanya ada 3 amalan yang bisa menjadikan ato membawa seorang wanita masuk ke dalam surga yang pertama Sholat, yang kedua Puasa dan yang ketiga adalah thoat pada Suami.. mungkin untuk Sholat dan Puasa insya Allah banyak yang bisa menjalani dengan baik... tapi untuk yang ketiga yaitu thoat pada suami inilah yang paling sulit... apalagi jika secara pendidikan wanita berpendidikan sama ato bahkan lebih tinggi dari suami ato secara finansial penghasilan istri lebih banyak dari suami, kemudiaan wanita/isteri mengutarakan pendapat yang mungkin bertentangan dengan perdapat suami.. lah ketika itulah sebagai wanita tetap harus dituntut thoat pada suami... pasti tidak mudah ketika mengalami kejadian tersebut.

Pernah juga dicritakan kisah nyata seorang Bapak ketika anaknya mau ijab dan seluruh persiapan resepsi sudah digelar dia bertanya pada anak perempuannya ..” nak, apa kamu siap thoat pada suamimu? Lebih baik acara ini dibatalkan saja kalo kamu belum siap.. Bapak lebih baik kehilangan uang yang sudah dikeluarkan untuk acara ini semua dari pada Bapak yang sudah mendidikmu dengan agama harus melihatmu masuk neraka gara gara kamu tidak thoat pada suamimu..? sang anak bilang “aku siap”, setelah itu Bapak bertanya pada calon menantunya... “nak apa kamu mau ridho pada anakku ato istrimu kelak dan mau memaafkan istrimu ketika dia salah? Karna jangan sampai anak yang sudah aku bekali dengan agama yang cukup bisa masuk neraka gara2 engkau tidak mau ridho pada dia.. 

Nabi pernah bersabda " Seandainya aku diperbolehkan memerintahkan umatku untuk bersujud pada manusia, niscaya aku akan memerintahkan seorang istri untuk bersujud pada suaminya..

Singkat cerita seperti itu dan itu menunjukkan betapa pentingnya dan susahnya thoat pada suami
Inilah salah satu alasan kenapa penulis ingin menuliskan bab ini... mungkin suatu saat ketika penulis sudah menikah dan mengalami hal tersebut penulis bisa membuka tulisan ini hanya untuk sekedar menasehati diri penulis agar bisa menekan ego dan bisa tetap thoat pada suami penulis kelak (Insya Allah).. dan terus tidak lupa penulis mengingatkan pada diri penulis sendiri untuk terus berdoa bisa jadi istri yang sanggup thoat pada suami dan mendapatkan suami yang mau ridho pada penulis...

Terus mempersiapkan diri menuju rumah tangga yang harmonis.. semoga bisa menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah  Warrahmah dan Barokah dengan dilandasi keimanan ketaqwaan agar bisa tercapai hal tersebut...

see u bye.. bye...^_^ 

U_Y





Senin, 25 Mei 2015

Single gak berarti sendiri

Single gak berarti sendiri

Hehehe, judulnya provokatif ya?!
Lagi lagi mengangkat tema single… ya maklumlah statusnya belum berubah “masih single” dan mungkin gara2 akhir2 ini banyak dapat undangan nikahan n tiap hadir mesti ditanyain *kapan nikah*

Bukannya mo “melawan” Single itu pedih cuma yah buat perenungan diri aja di usia seperti ini. Habisnya begitu banyak “kompor” di sekitar yang bikin panas dan seolah-olah nyuruh segera mencari-cari pasangan. Untung tuh kompor nggak pada meledak. Banyak orang yang katanya menyesal setelah menikah. Iya nyesel, kenapa nggak dari dulu. Hehehe Jd Meski begitu, Single bukan berarti penderitaan. Buktinya banyak yang bangga dan bahagia dengan ke-singleannya.

Single emang lagi naik daun (nggak tahu sebesar apa daunnya, sampe nggak jatoh).
Sebagai seorang bolamania, Single itu ibarat pemain yang bertipe oportunis, single fighter, tidak bergantung pada pemain lain, selalu punya kelebihan dalam melihat dan memanfaatkan sekecil apapun di pertahanan lawan untuk hasil terbaik.

kemandiriannya membuat si Single selalu fokus pada tujuan permainan, dan tidak terpengaruh hal lain. Dia adalah motivator dan inspirator dari sebuah tim/komunitas. Bebas bergerak menjelajah lapangan tanpa terikat pada posisi. Mampu meng- optimalkan stamina, teknik, dan daya tahan dalam menghadapi permainan lawan. Memiliki visi permainan yang cerdas untuk mencapai kemenangan. Dia mampu melihat sanctuary yang tidak bisa dilihat oleh pemain lain. Dia dikenal dengan istilah FANTASISTA! yang begini mungkin yang pantas disebut High Quality Single. Haha…ngomong apaan sih itu… LOL…

Single atau tidak sebetulnya sih buat Saya nggak begitu penting.
Karena yang penting tuh bagaimana kita bersikap dan berbuat dengan status kita itu.
Kalau kita menyikapinya dengan penuh rasa syukur, positif, kreatif,produktif dan aktif (termasuk aktif nyari#;pasangan hehehe).Insya Alloh kita akan bisa menikmatinya.

Enjoy aja kalo kata iklan mah!Percaya deh dengan begitu Single jadi hal yang nggak menakutkan lagi buat kita. Kita kan bisa lebih melihat lebih jauh ke depan dan lebih banyak sisi-sisi positif Single.Kalau orang bijak bilang, lihat ke- Single -an sebagai peluang, bukan sebagai hambatan (hehehe, emang bisnis?!).

Buang keluh kesah, terima ia sebagai sebuah nikmat lalu bersyukurlah, dan jangan pernah berhenti berharap. Sampai nanti tiba di batas waktu.

Jangan sampai status ke-Single-an kita bikin kita jadi jadi “mutung”, apalagi ketika melihat adik-adik kelas atau adik tingkat dan sejenisnya yang usianya dibawah kita udah nggak Single lagi.

Hingga ujung-ujungnya kita “banting harga”, ngobral. Sampe ada istilah 3 siapa dalam mencari jodoh. Usia under 25, “Siapa elo?”. Usia 25-30tahun, “Siapa gue ya?”. Hingga akhirnya, “Siapa aja deh!” ketika usia dah masuk kepala tiga. Buanglah gelisah, hapuslah resah dan jangan gundah dengan ke- Single -an kita.

Lihat ia sebagai bagian dari rencana Alloh untuk hidup kita. Percaya deh kita bisa tetap happy menikmati hari-hari sepi sendiri. Kita percayakan bahwa jodoh memang ada di tangan Alloh. Meski sebetulnya pepatah itu juga bermakna bahwa : walaupun kita sudah berusaha sangat keras sekali nguber, ngejar, sampai ngelamar tapi kalau bukan jodoh ya nggak akan jadi. Tapi sebaliknya, kalau kita nggak mau berusaha, nggak mau membuka diri, atau istilah sepakbolanya menunggu di daerah pertahanan, ya nggak bakal dapat juga. “Jodoh kita akan terus ada di tangan Alloh” kalau kita nggak usaha (haha sok teu nih)

Khan nggak mungkin tahu-tahu ada seseorang yang sesuai kita inginkan datang dan mengatakan, “Nikah, yuk!”.Begitulah hidup, nggak semuanya bisa dijelaskan dengan logika. Otak kita memiliki batas kemampuan untuk mengungkap semua keajaiban alam semesta yang maha sempurna ini.

Ada banyak hal dalam hidup ini yang hanya bisa kita terima tanpa reserve. Itu adalah rahasia Ilahi Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Kalau suatu keadaan itu memang tidak dapat kita ubah,misalnya kasus Jomblo ini, ya kita terima saja. Itu berarti jalan terbaik menurutNYA buat kita meski menurut kita belum tentu. Tapi DIA Maha Mengetahui yang terbaik buat hambaNYA. Toh gerundelan,uring-uringan, marah-marah, bahkan pake acara ngambek segala nggak ada gunanya. Mengalir sajalah, lakukan yang terbaik, semampu kita dengan seoptimal mungkin. Soal hasil akhir, itu kita serahkan pada Yang Maha Mengetahui.
Yang penting kita udah do the best. Melawan “arus” cuma bikin capek sendiri dan menimbulkan “riak-riak” baru dalam hidup kita. Bukan berarti pasrah dan diam tapi seperti burung yang terbang mengikuti arah angin,tapi tetap mengepakkan sayapnya. Mengalirlah dengan aktif. Jangan buang-buang energi dengan hal yang merugikan diri dan orang lain apalagi masa depan kita. Just go with the flow!

Dunia single nggak melulu kusam dan muram. Tergantung kita yang menjalaninya, mau kita beri “warna” apa. Dan semua itu berawal dari hati dan pikiran kita. Hati yang bersih penuh syukur dan pikiran cerdas yang jernih akan membuat kita produktif dalam “mewarnai” dunia single-ankita.

Mumpung masih lonely, kita masih punya konsentrasi yang banyak, waktu luang yang cukup dan sumber daya yang bisa kita optimalkan. Bukan berarti pas dah nggak single nggak bisa produktif, tapi jelas kita akan membagi perhatian, tenaga dan waktu kita buat keluarga.

Single, berarti kita punya waktu untuk bisa lebih jauh mempersiapkan diri menghadapi kehidupan ke depan termasuk kehidupan berumah tangga. Karena menikah tuh nggak cuma sekadar memadu cinta, lho! Seribu hal baik menyenangkan maupun tidak, baik mudah maupun sulit menanti ketika kita memutuskan untuk menikah.

Dan masa single bisa kita pergunakan untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi pernikahan dan kehidupan rumah tangga. Mempersiapkan ilmu,mental, jasmani, rohani hingga ekonomi. Termasuk rencana dan planning serta anggaran kehidupan.

So, jangan kecil hati kalau memang mesti ngesingle. Apalagi sampai patah arang, patah hati sampe pengen matahin leher segala. Jangan, bro! Cupet alias kerdil itu namanya.

Dunia single pun tak kalah indahnya koq. Asal kita nggak melihat dan menyikapinya negatif. Karena single nggak berarti sendiri, toh yang single banyak jadi kita nggak sendirian khan? Hihiii….


Jumat, 15 Mei 2015

Jangan Abaikan Kehadirannya

Jangan Abaikan Kehadirannya

Waktu engkau masih kecil dia laksana teman sejatimu
dengan keadaan suci, Dia engkau pegang dan kau pelajari
dia kau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari dan setelah selesai engkau engkaupun memeluk dan menciumnya mesra

Senin, 06 April 2015

Hanya Bisa Berencana

Berawal dari keinginan  para senior yang doyan ngetrip punya keinginan ngetrip bareng2 lagi ke ujung timur Pulau Jawa... dimana lagi kalo bukan Banyuwangi.. salah satu ikon Indonesia yang lagi hits banyak tempat tujuan ngetrip yang oke punya, yaah saya selaku junior ngetrip (julukan alay dikit) pastinya pengen ikut dong apalagi bisa ngetrip dengan para senior pastinya keinginan itu semakin kuat... akhirnya dengan perencanaan yang hampir sempurna yakni para senior berangkat dengan 2 mobil dan junior 1 mobil... oke fix ..segala persiapan pastinya sudah dirancang baik-baik mulai dari itung2an biaya, nyari sewa mobil nego sana nego sini yang akhirnya H-3 uda dapat keputusan berangkat rencana jam berapa, sewa mobilnya dimana dll yang mendukung acara tersebut.. sampe akhirnya H-3 juga tak sengaja baca salah satu postingan di sosmed yang menyatakan para rombongan senior dibatalkan ...*piye jal perasaanmu (kosa kata oleh2 dari Banyuwangi), sedih (dikit) & kecewa (dikit), *dikit-dikit klo digabungin jadi banyak loh* oke satu-satunya cara menghibur diri dengan kekecewaan itu yah dengan berusaha tidak mempercayai postingan di sosmed tersebut.. singkat cerita sampe pada hari H dalam hati tetep ada rasa ingin mempercayai klo rombongan yang lain tetep berangkat apapun alasannya... tapi sekali lagi ini dunia nyata yang kita inginkan dan bayangkan tidak selalu bisa jadi kenyataan ... manusia hanya bisa berangan angan dan merencanakan tapi semua keputusan finalnya Allahlah yang memutuskan ... yups dari yang awal pada junior hanya ingin ngikut senior ternyata qodarnya juniorlah yg berangkat... ^_^..


Rabu, 28 Januari 2015

Kau tau siapa dia…???

Kau tau siapa dia…???
Dia tidak memiliki wajah cantik juga tidak memiliki fisik yang kuat… tapi dia punya kemampuan untuk merombak tatanan dunia

Dia bukan raja tapi dia bisa berkuasa…

Dia punya kemampuan menghipnotis manusia loh.. banyak orang yang menjual kepribadian, menjual tubuh, menghianati teman bahkan menjual anaknya sendiri demi dia…

Dia tidak mengerti perbedaan orang sholeh atau bukan.. tapi dia bisa dijadikan manusia sebagai patokan derajat kehidupan di dunia…

Dia bukan iblis..tapi ada orang yang berbuat kekejian demi dia…

Kamis, 22 Januari 2015

Dibalik Diamnya…

Dibalik Diamnya…

“Diam”.. mungkin kata tersebut sering dilekatkan pada sosok lelaki… walaupun tidak semua lelaki terlahir dengan perisai karakter “pendiam” tapi pada hakekatnya lelaki lebih diam daripada wanita… mungkin ini hanya penilaianku ato anggapanku saja klo seorang lelaki yang mempunyai masalah, tertekan atopun sedih mereka lebih banyak tidak bicara sementara wanita akan memilih bicara dengan orang lain…

Dalam asumsi dan pandangan sebagai anak gadis… sosok lelaki yang paling baik menurutku adalah Ayah… tidak bisa dipungkiri seorang Ayah biasanya lebih banyak diam daripada seorang Ibu…
Dulu, ketika ayah mengajarkan kita mengendarai sepeda dan saat ia menganggap bahwa kita telah mampu ia akan melepaskan dan membiarkan kita melakukannya sendiri. Sementara disisi lain mungkin Ibu akan berkata sebaliknya, karena begitu takut melihat anaknya terjatuh. Lalu.. Apakah itu berarti ayah kita tega melihat anaknya terluka? Tidak…!!! justru sebenarnya ayah yakin semua kan baik-baik saja. Ayah membiarkan kita karena yakin kita bisa dan Ayah bangga pada kita… dan itulah yang dinamakan “dibalik diamnya ada kebanggaan”

Rabu, 14 Januari 2015

Fa’aina tadzhabuun…

Fa’aina tadzhabuun…

Bagaikan tetesan air di tanah yang gersang…iya.. setelah mendengarkan nasehat dari Cak Emir beberapa hari yang lalu…Question your self :” Fa’aina Tadzhabun… mau kemanakah kamu? Bisa diartikan tujuan hidupmu itu apa..?? ada beberapa yang menjawab “ingin jadi mubaligh-mubalighot” kemudian di Tanya lagi “setelah itu terus tujuannmu apa?”… ganti ke jawaban yang lain .. ada yg menjawab “ ingin sukses” dari jawaban itu muncul pertanyan yang serupa lagi…”setelah itu tujuannmu apa?... pada hakekatnya tujuan akhir kita adalah masuk surga dan selamat dari siksa neraka…

Well maksud dan tujuan yang menjawab ingin jadi mubalighot / mubaligh itu Insya Allah tak lain tetep mengarah pada tujuan akhir yaitu surga..