Minggu, 02 November 2014

Pour My Heart a.k.a Dear My Future Husband Part II

Pour My Heart a.k.a Dear My Future Husband Part II

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Apa kabar imamku hari ini? Sudahkah kamu bersyukur dengan semua nikmat yang kamu dapatkan sampai hari ini..?

Wahai calon imamku..
tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku? Disini aku diuji untuk menjadi dewasa,
agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi. hmmm bunga akan indah pada waktunya, yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku. Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak Insya Allah… Amiin...


Wahai calon imamku..
Tahukah kamu kenapa Allah menguji kita tepat di hati kita? Padahal bagian yang terapuh dari diri kita adalah hati? Mungkin jawabannya adalah karena Allah tahu, dimana tempat yang paling tepat agar kita selalu kembali mengingat-Nya dan kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah akan membuat kita lebih tangguh dalam menghadapi segala permasalahan yang ada. Oleh karena itu teruslah bersabar dan berjuang untuk menjadi pribadi yang tangguh.. kelak saat kita dipersatukan jangan segan-segan terus mengingatkanku seperti itu pula…hingga kita bisa berjuang bersama dalam mengarungi ujian tersebut dan buatlah aku bangga telah memilikimu…

Wahai calon imamku..
Yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanyalah kesia-siaan yang kau dapati karena di luar sana masih banyak yang lebih cantik dibanding aku, yang lebih lihai memadankan baju, yang lebih cerdik memulaskan pewarna di muka dan yang pandai bicara tanpa harus canggung dihadapanmu.

Wahai calon imamku..
Maukah kau jadi kawan terbaikku membangun masa depan? Jadi orang yang aroma badannya kuhirup setiap malam. Pria yang namanya tak pernah alpa kusebut di setiap sujud dan tangkupan tangan. Akankah kau mengijinkanku jadi wanita yang memiliki nama belakangmu? Menjadi pribadi terhormat yang mengandung anak dari benihmu. Maukah kau menghabiskan masa denganku? Dengan rendah hati menerima segala kekuranganku. Betapa aku akan bahagia saat akhirnya bisa jadi orang pertama yang kau lihat setiap membuka mata...

Ketahuilah…
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang akan  mendapat keridhaan Allah dan juga keridhoan darimu imamku...

Wahai calon imamku…
Saat ini aku masih menjadi asuhan Ayah dan Ibuku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku juga akan berharap menjadi pendamping yang solehah pula agar kelak di surga  aku bisa menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh...

oh iya.. kelak saat aku sedang keras kepala peluklah aku dan ingatkanlah aku… mau tak mau salah satu dari kita harus diam, karena cinta bukan kompetisi yang perlu menghitung poin menang-kalah. Waktu kau lelah menghadapi egoismeku, bicaralah, karena calon istrimu ini tak pandai membaca kode tanpa arahan...

Dan ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal dan dengan ilmu yang bermanfaat, mereka adalah nyawa-nyawa baru yang akan kita biasakan untuk senantiasa menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah SWT. Tak mengalah pada kuasa tablet digital yang membuat mereka kian tak peka.


Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita  bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu Sudah Dulu Ya Calon Imamku.. Salam Cintaku Untukmu.. ^_^
Wassalamu’alaikum Warahmtullahi Wabarakatuh
Nb:
#Jangan terlalu serius kalo baca -_-


6 komentar:

  1. Gak ada yg bisa dikomentarin, bisa dibuat catatan pribadi utk pengingat. :)

    BalasHapus
  2. hai pembaca setia ulfa's blog... emmm apa pembaca gak pengen nulis sesuatu untuk calon pendamping pembaca kelak... ??mungkin juga bisa jadi pengingat ato nasehat buat calonnya... :)

    BalasHapus
  3. Belum ada inspirasi kakak … :) insyaAlloh kalo ada inspirasi akan pembaca coret2 disini.

    BalasHapus
  4. diketik aja ya..jangan dicoret2... hihihih.... oke tak tunggu karya hebatnya ^_^

    BalasHapus