Pour My Heart a.k.a Dear My Future Husband Part II
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Apa
kabar imamku hari ini? Sudahkah kamu bersyukur dengan semua nikmat yang kamu
dapatkan sampai hari ini..?
Wahai
calon imamku..
tahukah
engkau betapa Allah sangat mencintaiku? Disini aku diuji untuk menjadi dewasa,
agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi. hmmm bunga akan indah pada waktunya, yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku. Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak Insya Allah… Amiin...
agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi. hmmm bunga akan indah pada waktunya, yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku. Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak Insya Allah… Amiin...
Wahai
calon imamku..
Tahukah kamu
kenapa Allah menguji kita tepat di hati kita? Padahal bagian yang terapuh dari
diri kita adalah hati? Mungkin jawabannya adalah karena Allah tahu, dimana tempat
yang paling tepat agar kita selalu kembali mengingat-Nya dan kembali
mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah akan membuat kita lebih tangguh
dalam menghadapi segala permasalahan yang ada. Oleh karena itu teruslah
bersabar dan berjuang untuk menjadi pribadi yang tangguh.. kelak saat kita
dipersatukan jangan segan-segan terus mengingatkanku seperti itu pula…hingga
kita bisa berjuang bersama dalam mengarungi ujian tersebut dan buatlah aku
bangga telah memilikimu…
Wahai
calon imamku..
Yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga
sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku,
hanyalah kesia-siaan yang kau dapati karena di luar
sana masih banyak yang lebih cantik dibanding aku, yang lebih lihai memadankan
baju, yang lebih cerdik memulaskan pewarna di muka dan yang pandai bicara tanpa
harus canggung dihadapanmu.
Wahai
calon imamku..
Maukah kau jadi kawan
terbaikku membangun masa depan? Jadi orang yang aroma badannya kuhirup setiap
malam. Pria yang namanya tak pernah alpa kusebut di setiap sujud dan tangkupan
tangan. Akankah kau mengijinkanku jadi wanita yang memiliki nama belakangmu?
Menjadi pribadi terhormat yang mengandung anak dari benihmu. Maukah kau menghabiskan
masa denganku? Dengan rendah hati menerima segala kekuranganku. Betapa aku akan
bahagia saat akhirnya bisa jadi orang pertama yang kau lihat setiap membuka
mata...
Ketahuilah…
Aku
masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat
menjadi isteri yang akan mendapat keridhaan
Allah dan juga keridhoan darimu imamku...
Wahai
calon imamku…
Saat ini
aku masih menjadi asuhan Ayah dan Ibuku, tak lain doaku agar menjadi anak yang
solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti,
setelah menjadi isterimu, aku juga akan berharap menjadi pendamping yang solehah
pula agar kelak di surga aku bisa menjadi
bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh...
oh iya.. kelak saat aku sedang keras kepala peluklah aku dan
ingatkanlah aku… mau tak mau salah satu dari
kita harus diam, karena cinta bukan kompetisi yang perlu menghitung poin
menang-kalah. Waktu kau lelah menghadapi egoismeku, bicaralah, karena calon
istrimu ini tak pandai membaca kode tanpa arahan...
Dan ketika kelak telah lahir generasi penerus
dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal dan dengan ilmu yang bermanfaat, mereka adalah nyawa-nyawa baru yang akan kita biasakan untuk
senantiasa menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah SWT. Tak mengalah pada kuasa tablet digital yang membuat
mereka kian tak peka.
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam
rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat
diungkapkan dengan kata-kata Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita bersama, maka disitulah kau akan memahami
diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu Sudah Dulu Ya
Calon Imamku.. Salam Cintaku Untukmu.. ^_^
Wassalamu’alaikum Warahmtullahi Wabarakatuh
Nb:
#Jangan terlalu serius kalo baca -_-
No comment deh :')
BalasHapusComment Plissssss...... :)
BalasHapusGak ada yg bisa dikomentarin, bisa dibuat catatan pribadi utk pengingat. :)
BalasHapushai pembaca setia ulfa's blog... emmm apa pembaca gak pengen nulis sesuatu untuk calon pendamping pembaca kelak... ??mungkin juga bisa jadi pengingat ato nasehat buat calonnya... :)
BalasHapusBelum ada inspirasi kakak … :) insyaAlloh kalo ada inspirasi akan pembaca coret2 disini.
BalasHapusdiketik aja ya..jangan dicoret2... hihihih.... oke tak tunggu karya hebatnya ^_^
BalasHapus