Jumat, 15 Mei 2015

Jangan Abaikan Kehadirannya

Jangan Abaikan Kehadirannya

Waktu engkau masih kecil dia laksana teman sejatimu
dengan keadaan suci, Dia engkau pegang dan kau pelajari
dia kau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari dan setelah selesai engkau engkaupun memeluk dan menciumnya mesra



Sekarang engkau telah dewasa, Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padanya
Menurutmu, mungkin Dia bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau, menurutmu dia hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji..
Sekarang, dia tersimpan rapi sekali
sehingga engkau lupa di mana Dia tersimpan.
Kadang kala Dia dijadikan mas kawin agar kau dianggap bertaqwa
Atau Dia kau buat penangkal untuk menakuti iblis dan syaitan
Kini Dia lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian, kesepian.
Di dalam almari, di dalam laci, Dia engkau pendamkan.
Dulu pagi-pagi Dia engkau baca beberapa halaman.
Di waktu petang, Dia kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..

Sekarang…awal pagi sambil minum kopi…engkau baca surat kabar dahulu
Waktu lapang engkau membaca buku karangan manusia
Sedangkan Dia yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Azzawajalla, kau abaikan dan engkau lupakan…

Waktu berangkat kerja pun kadang kau lupa baca pembuka surat2ku (Bismillah).
Di dalam perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada file yang berisi ayat Allah yang terdapat di dalam kendaraanmu
Sepanjang perjalanan, radiomu selalu tertuju ke stasiun radio kesukaanmu… hemmm Mengasyikkan.

Di meja kerjamu tidak ada Dia untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatNya………
Engkau terlalu sibuk dengan urusan dunia mu
Bila malam tiba engkau tahan berjam-jam di depan TV, menonton siaran televisi

Waktupun cepat berlalu………
Dia semakin kusam dalam laci-laci mu
Mengumpul debu atau mungkin dimakan hama

Seingatku, hanya awal Ramadhan engkau membacaNya kembali
Itupun hanya beberapa lembar darinya.
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terangkak-rangkak ketika membacanya
Baca dan pelajari Dia lagi…. 
Setiap datangnya pagi, petang dan malam hari walau sedikit ayat
Seperti dulu…. Waktu engkau masih kecil
Di surau kecil kampungmu yang damai

Jangan engkau biarkan Dia sendiri dalam bisu dan sepi

*AlQuran

2 komentar: