Fa’aina tadzhabuun…
Bagaikan tetesan air di tanah yang gersang…iya..
setelah mendengarkan nasehat dari Cak Emir beberapa hari yang lalu…Question
your self :” Fa’aina Tadzhabun… mau kemanakah kamu? Bisa diartikan tujuan
hidupmu itu apa..?? ada beberapa yang menjawab “ingin jadi mubaligh-mubalighot”
kemudian di Tanya lagi “setelah itu terus tujuannmu apa?”… ganti ke jawaban
yang lain .. ada yg menjawab “ ingin sukses” dari jawaban itu muncul pertanyan
yang serupa lagi…”setelah itu tujuannmu apa?... pada hakekatnya tujuan akhir
kita adalah masuk surga dan selamat dari siksa neraka…
Well maksud dan tujuan yang menjawab ingin
jadi mubalighot / mubaligh itu Insya Allah tak lain tetep mengarah pada tujuan
akhir yaitu surga..
Bicara soal jadi Mubalighot.. aku rasa hampir
semua muslimah menginginkan bisa lulus MT.. bisa jadi mubalighot yang faham ..
bisa mengajarkan ilmu agama yang bisa jadi tabungan amal mereka… yah sama aku
juga menginginkan hal tersebut… tapi apa yang sudah aku capai sampai saat ini… ??makna
Alquran saja belum khatam… terus timbul pertanyaan dalam diri…apa yang selama
ini aku kerjakan?? Bicara ingin selalu dekat sama Allah … tapi nyatanya ..
apakah aku sudah mendekat pada Allah ? aku rasa belum … padahal sudah jelas
diterangkan jika kita mendekat pada kita 1 jengkal saja Allah akan lebih
mendekati kita dengan 1 dira’ dan jika kita mendekati Allah dengan 1 dira’ maka
Allah akan lebih mendekati kita dengan 1 depa.. dan jika kita mendekati kita
dengan berjalan maka niscaya Allah akan mendekati kita dengan berlari…begitulah
Allah menyayangi kita… tapi apa timbal balik kita pada Allah… masih sering
mengabaikan perintahNya…bahkan masih sering menerjang laranganNya… Question
your self :” Fa’aina Tadzhabun??? *instropeksi diri…
Berawal keinginan jadi mubalighot… aku ingin
flashback kehidupannku… sedikit cerita.. sifatku yang manja dan dan sedikit keras
kepala *mungkin ya...blm pasti ini* membuat apapun yang aku inginkan selalu ingin dipenuhi…
begitu juga waktu itu..umurku belum genap 5 tahun… dan diwaktu kenaikan kelas
harusnya aku naik ke kelas TK B tapi berhubung teman-temanku sekaligus
tetanggaku sudah masuk SD.. aku juga maunya masuk SD dong… mau dilarang namanya
juga anak kecil…tetep aja gak bisa menghentikan keinginan tersebut..yang
akhirnya memaksa orang tuaku mengantarkanku ke SD .. berhubung tinggal di desa
dan guru-guru SD juga termasuk tetangga sendiri ya diijinkanlah masuk SD… niat
ortuku sih waktu itu cuma dititipkan tapi keterusan …bahkan saat kenaikan kelas
ortuku menginginkanku biar tidak dinaikkan saja tapi malah dari dewan guru
tidak menyarankan hal tersebut justru menginginkan tetep dinaikkan saja…
akhirnya selama SD sampai SMA usiaku paling muda di antara teman2 yang lain…
singkat cerita pas kelulusan sekolah tahun 2007 dan mau mendaftar tes masuk
perguruan tinggi ada syarat menggunakan KTP… yang pada waktu itu usiaku belum
cukup untuk memiliki KTP… untungnya dengan menggunakan Kartu pelajar bisa buat
daftarnya… tapi Allah mengkhodar lain waktu itu tes SNMPTN tapi gak lolos…
karna niat masuk PTN juga dengan biaya beasiswa yang hanya bisa didapat klo
masuknya jalur Reguler jd ya gak maksa untuk masuk PTN dengan jalur Non Reg…
nganggur deh selama setahun sempat terpikir untuk mondok tapi keinginan itu kurang
kuat dan kurang niat mungkin… berangkat sih ke Kediri dengan bawaan tas besar *uda kayak mau mondok beneran* ternyata seminggu di pondok udah sakit... akhirnya dijemput pulang deh ... dan di tahun 2008 nyoba tes lagi ..Alhamdulillah
Allah paring bisa masuk + dapat beasiswa…
Ada penyesalan pada saat kuliah …karena melihat ternyata klo bisa jadi mubalighot itu Insya Allah barokahnya luar biasa.. nyesel kenapa waktu itu aku tidak mau bertahan untuk mondok terus jadi MT??
Sering dicurhati temen2 cowok.. yang menginginkan calon istri seorang MT membuatku berkecil hati.. membuatku minder... aku yang menginginkan seorang pendamping yang sholeh tapi pastinya mereka *lelaki yang sholeh* tersebut menginginkan calon istrinya adalah seorang mubalighot kan… bahkan kemarin disalah satu grup sosmed ada yg mengirimkan gambar yang bertuliskan “ojo ngaku lanang sak durungu nduwe bojo mubalighot” aku tau sih itu mungkin hanya kiriman iseng ato Cuma buat becanda biar rame saja grupnya… tapi dibalik itu semua jujur saja merasa seperti sentilan buatku…
Ada penyesalan pada saat kuliah …karena melihat ternyata klo bisa jadi mubalighot itu Insya Allah barokahnya luar biasa.. nyesel kenapa waktu itu aku tidak mau bertahan untuk mondok terus jadi MT??
Sering dicurhati temen2 cowok.. yang menginginkan calon istri seorang MT membuatku berkecil hati.. membuatku minder... aku yang menginginkan seorang pendamping yang sholeh tapi pastinya mereka *lelaki yang sholeh* tersebut menginginkan calon istrinya adalah seorang mubalighot kan… bahkan kemarin disalah satu grup sosmed ada yg mengirimkan gambar yang bertuliskan “ojo ngaku lanang sak durungu nduwe bojo mubalighot” aku tau sih itu mungkin hanya kiriman iseng ato Cuma buat becanda biar rame saja grupnya… tapi dibalik itu semua jujur saja merasa seperti sentilan buatku…
Kembali memberikan motivasi buat pribadi …
meskipun aku bukan seorang MT aku harus lebih mendekatkan diri lagi pada Allah…
harus bisa lebih istiqomah lagi… I know to start to do something might be easy
but the hardest one is to keep istiqomah (benerin kalo salah ya
.. ^_^) banyak2 menciptakan amalan andalan hmmm i want to be more istiqomah,
whatever it is :)
Well... kembali ke Quote “Fa’aina tadzhabuun…” ??
ingat sabar dan istiqomah…meskipun sulit harus tetep berusaha karna hasil
akhirnya Insya Allah surga …coba kalo mudah..pasti Cuma dapat kipas angin…
Hihihi….
Tetep dijaga niat Karna Allah ya Ulfa…Insya
Allah bisa..
# Kritik dan saran untuk tulisanku sendiri #perbaiki lagi tata bahasanya #urutan tulisan harus jelas tujuan arah tulisannya #kesimpulan harusnya menjawab topik yang diangkat #apapun itu ini adalah tulisanku... hehe... #hanya untuk mengingatkan diri sendiri
Status cakleg dan mbakghot bukan jaminan, kenapa? Karena yg bisa jadi jaminan itu BPKB haha :D … well, siapa sih yg gak pengen jd MT, insyaAlloh semua ada keinginan utk itu. Termasuk aku. Dimataku jadi MT itu keren
BalasHapustrus klo begitu apakah pembaca mengharapkan pendamping seorang MT?
BalasHapusGak juga, yg penting seiman romantis bisa belakangan. :p oia, koreksi dikit buat penulis. Bukan question tapi ask your self. Udah gitu aja.
BalasHapusooo..yang penting seiman romantis bisa belakangan...#catet...
BalasHapushemmm itukan kutipan cak emir kakak... so.. biarin gitu aja.. btw thx koreksinyaa... Ajzkh