Rabu, 01 Oktober 2014

Salam rinduku untukmu Ibu

Salam rinduku untukmu Ibu

“Bu, apa kabar? Semoga iman selalu tertanam di dalam dadamu, Semoga taqwa senantiasa mengiringi hari-harimu. Semoga kebaikan selalu menyertaimu, dimana dan kapanpun kau berada.”

“Bu, apakah kau sudah makan pagi ini? Menu apakah yang kau masak dan sediakan untuk dirimu dan adik-adikku? Ah, jika bicara makanan, aku pasti ingat akan dirimu. Karena kau adalah koki paling hebat di dunia ini. Sekalipun hanya bayam, bawang merah, bawang putih dan cabe, namun kau bisa menyulapnya menjadi makanan yang penuh cinta, full kasih, sarat sayang. Sehingga aromanya adalah nikmat, rasanyapun mantab. Tak ayal, sederhana yang nampak luar biasa. Dan kini, aku sungguh merindukan luar biasanya masakanmu itu.”


“Bu, apakah kau sudah sholat ?”

Sobat, aku malu jika menanyakan ini pada ibuku. Kalau lagi di rumah setiap subuh walaupun sudah bangun sengaja pura-pura masih tidur karena aku paling suka kalau dibangunin ibuku dengan kasih sayangnya beliau membangunkanku dengan panggilan “Mbak ..ayo bangun sholat dulu” Beliau memanggilku dengan bahasa cintanya, ”Mbak”. Dan kini, aku bukan ingin mengguruinya dengan menanyakan sholatnya. Bukan itu, aku hanya ingin mengingatkannya. Karena aku tidak mau kita berbeda tempat di akhirat kelak. Inginku sederhana Bu, kita bersama menghuni surgaNya, Amin.. ya Rabb.

 “Bu, Ibu sudah mandi?” Ingin sekali aku menyiapkan air hangat untukmu mandi seperti halnya yang selalu engkau lakukan dikala aku mau berangkat … karena takut aku kedinginan mandi pagi2 engkau rela bangun malam untuk menyiapkan air hangat untukku mandi … Dengan segenap batas, ijinkan aku untuk mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk kasihmu yang tiada terbalas.

“Bu, Ibu sedang apa sekarang ?”. Mudah-mudahan Allah melapangkan semua aktivitas kebaikanmu. Semoga Allah mencegahmu dari berbuat keburukan, sekecil apapun. Semoga, Allah menjadikan setiap lakumu adalah keberkahan, sehingga bisa mengantarkanmu dan kami (anak-anakmu) ke surgaNya kelak, Amiin. Jangan lupa ya Bu, iringi setiap langkah dengan dzikir, dengan munajat panjang untuk kami, anak-anakmu. Karena Allah tidak akan menolak doa kebaikan dari seorang Ibu kepada anaknya. Untuk yang kesekian kalinya, ijinkan aku mengucapkan, ”jaza humullahukhoiro” atas semua yang kau berikan kepada kami, termasuk doa-doa panjangmu, yang tak pernah putus demi kebaikan kami, anakmu”

Bu, aku tersinggung ketika engkau berkata, ”punya anak tapi kalau sudah besar dan pergi jauh berasa gak punya anak…” Ibu kuatir kan jika kami akan meninggalkan Ibu sendirian… Bu aku paham kok kekuatiran Ibu.. kelak kalau aku sudah menikah aku tau aku bukan lagi tanggungan Ibu dan Bapak..sepenuhnya aku adalah tanggungan suamiku tapi Bu… Insya Allah aku percaya Allah akan memberikanku orang yang baik  yang akan menyayangiku dan menyayangi Ibu seperi dia menyayangi Ibu kandungnya sendiri… dan aku akan meminta padanya untuk mengijinkanku menjengukmu…Insya Allah dia akan mengijinkan, jadi jangan kuatir ya Bu…

 “Bu, jikapun kami jauh dari fisikmu. Yakinlah dalam setiap doa bahkan desah nafasku. Dalam setiap langkah, aku akan selalu menyertakanmu. Karena Rasul pernah bersabda, Ridho Allah tergantung kepada Ridho orang tua. Murka Allah tergantung kepada murka orang tua. Maka dari itu, Ridhoilah anakmu ini agar Allah tidak memurkai diri yang banyak salah ini.”
Bu, jangan berhenti melantunkan doa cinta untuk kami. Agar kami bisa menggapai mimpi kami. Mimpi untuk membuatmu tersenyum di dunia ini juga dia akhirat kelak.

Ah, iya hampir lupa…
Sobat, apakah Ibumu sudah bertemu Allah?
Jika ‘Iya,’ maka belum terlambat. Masih ada waktu untuk berbakti padanya. Doakan dengan doa terkhusyu’ yang kau punya. Agar Allah mengumpulkanmu dan Ibumu di surgaNya. Lakukan pula sedekah, lalu hibahkan pahala untuknya. Karena Nabi mengajarkan hal itu. Lakukan pula haji dan niatkan untuk menghajikan Ibumu jika ternyata beliau belum sempat bertamu ke bumi Allah di Makkah. Lakukan pula amal sholih, terus menerus, agar beliau tersenyum melihat kegigihanmu di dunia ini. Jika Ibuku yang masih hidup saja sangat kurindukan, padahal bisa kutemui sewaktu-waktu, maka aku tidak bisa membayangkan betapa rindunya dirimu kepada Ibumu yang telah berada di negeri  yang sangat susah untuk sekedar kau temui atau untuk kau kecup keningnya. Tapi, yakinlah sobat! Bahwa kau akan menemuinya kelak di Surga. Amin.. Ya, Rabb.


Terakhir, untuk para calon Ibu, “Jadilah Ibu yang melahirkan pahlawan bagi agama Allah. Karena tidak ada balasan bagi para mujahid selain menang atau surga. Jangan biarkan dirimu dipersunting oleh orang yang tidak mau tahu tentang AgamaNya. Namun relakan dirimu, ketika ada orang yang dengan tulus akan mengajakmu meniti jalan cinta para pejuang, jalan cinta yang akan mengantarkanmu bersama pasanganmu dan keluargamu ke Surga yang sangat indah.”

2 komentar:

  1. Paling bisa deh kalo bikin postingan mellow mbak, ahlinya sampeyan. (y) … ibu buat aku juga merupakan jimat, barang siji sing kudu dirumat. Hehe ;)

    BalasHapus
  2. hemmm... tergantung suasana hati se... hihii...

    BalasHapus