Salam rinduku untukmu Ibu
“Bu,
apa kabar? Semoga iman selalu tertanam di dalam dadamu, Semoga taqwa senantiasa
mengiringi hari-harimu. Semoga kebaikan selalu menyertaimu, dimana dan kapanpun
kau berada.”
“Bu,
apakah kau sudah makan pagi ini? Menu apakah yang kau masak dan sediakan untuk
dirimu dan adik-adikku? Ah, jika bicara makanan, aku pasti ingat akan dirimu.
Karena kau adalah koki paling hebat di dunia ini. Sekalipun hanya bayam, bawang
merah, bawang putih dan cabe, namun kau bisa menyulapnya menjadi makanan yang
penuh cinta, full kasih, sarat sayang. Sehingga aromanya adalah nikmat,
rasanyapun mantab. Tak ayal, sederhana yang nampak luar biasa. Dan kini, aku
sungguh merindukan luar biasanya masakanmu itu.”
“Bu,
apakah kau sudah sholat ?”
Sobat,
aku malu jika menanyakan ini pada ibuku. Kalau lagi di rumah setiap subuh
walaupun sudah bangun sengaja pura-pura masih tidur karena aku paling suka
kalau dibangunin ibuku dengan kasih sayangnya beliau membangunkanku dengan
panggilan “Mbak ..ayo bangun sholat dulu” Beliau memanggilku dengan bahasa
cintanya, ”Mbak”. Dan kini, aku bukan ingin mengguruinya dengan menanyakan
sholatnya. Bukan itu, aku hanya ingin mengingatkannya. Karena aku tidak mau
kita berbeda tempat di akhirat kelak. Inginku sederhana Bu, kita bersama
menghuni surgaNya, Amin.. ya Rabb.
“Bu, Ibu sudah mandi?” Ingin sekali aku menyiapkan
air hangat untukmu mandi seperti halnya yang selalu engkau lakukan dikala aku
mau berangkat … karena takut aku kedinginan mandi pagi2 engkau rela bangun
malam untuk menyiapkan air hangat untukku mandi … Dengan segenap batas, ijinkan
aku untuk mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk kasihmu yang tiada
terbalas.
“Bu, Ibu sedang apa sekarang ?”.
Mudah-mudahan Allah melapangkan semua aktivitas kebaikanmu. Semoga Allah
mencegahmu dari berbuat keburukan, sekecil apapun. Semoga, Allah menjadikan
setiap lakumu adalah keberkahan, sehingga bisa mengantarkanmu dan kami
(anak-anakmu) ke surgaNya kelak, Amiin. Jangan lupa ya Bu, iringi setiap
langkah dengan dzikir, dengan munajat panjang untuk kami, anak-anakmu. Karena
Allah tidak akan menolak doa kebaikan dari seorang Ibu kepada anaknya. Untuk
yang kesekian kalinya, ijinkan aku mengucapkan, ”jaza humullahukhoiro” atas semua
yang kau berikan kepada kami, termasuk doa-doa panjangmu, yang tak pernah putus
demi kebaikan kami, anakmu”
Bu,
aku tersinggung ketika engkau berkata, ”punya anak tapi kalau sudah besar dan
pergi jauh berasa gak punya anak…” Ibu kuatir kan jika kami akan meninggalkan
Ibu sendirian… Bu aku paham kok kekuatiran Ibu.. kelak kalau aku sudah menikah
aku tau aku bukan lagi tanggungan Ibu dan Bapak..sepenuhnya aku adalah
tanggungan suamiku tapi Bu… Insya Allah aku percaya Allah akan memberikanku
orang yang baik yang akan menyayangiku
dan menyayangi Ibu seperi dia menyayangi Ibu kandungnya sendiri… dan aku akan
meminta padanya untuk mengijinkanku menjengukmu…Insya Allah dia akan
mengijinkan, jadi jangan kuatir ya Bu…
“Bu, jikapun kami jauh dari fisikmu. Yakinlah
dalam setiap doa bahkan desah nafasku. Dalam setiap langkah, aku akan selalu
menyertakanmu. Karena Rasul pernah bersabda, Ridho Allah tergantung kepada
Ridho orang tua. Murka Allah tergantung kepada murka orang tua. Maka dari itu,
Ridhoilah anakmu ini agar Allah tidak memurkai diri yang banyak salah ini.”
Bu,
jangan berhenti melantunkan doa cinta untuk kami. Agar kami bisa menggapai
mimpi kami. Mimpi untuk membuatmu tersenyum di dunia ini juga dia akhirat
kelak.
Ah,
iya hampir lupa…
Sobat,
apakah Ibumu sudah bertemu Allah?
Jika
‘Iya,’ maka belum terlambat. Masih ada waktu untuk berbakti padanya. Doakan
dengan doa terkhusyu’ yang kau punya. Agar Allah mengumpulkanmu dan Ibumu di
surgaNya. Lakukan pula sedekah, lalu hibahkan pahala untuknya. Karena Nabi
mengajarkan hal itu. Lakukan pula haji dan niatkan untuk menghajikan Ibumu jika
ternyata beliau belum sempat bertamu ke bumi Allah di Makkah. Lakukan pula amal
sholih, terus menerus, agar beliau tersenyum melihat kegigihanmu di dunia ini.
Jika Ibuku yang masih hidup saja sangat kurindukan, padahal bisa kutemui
sewaktu-waktu, maka aku tidak bisa membayangkan betapa rindunya dirimu kepada
Ibumu yang telah berada di negeri yang sangat susah untuk sekedar kau
temui atau untuk kau kecup keningnya. Tapi, yakinlah sobat! Bahwa kau akan
menemuinya kelak di Surga. Amin.. Ya, Rabb.
Terakhir,
untuk para calon Ibu, “Jadilah Ibu yang melahirkan pahlawan bagi agama Allah.
Karena tidak ada balasan bagi para mujahid selain menang atau surga. Jangan
biarkan dirimu dipersunting oleh orang yang tidak mau tahu tentang AgamaNya.
Namun relakan dirimu, ketika ada orang yang dengan tulus akan mengajakmu meniti
jalan cinta para pejuang, jalan cinta yang akan mengantarkanmu bersama
pasanganmu dan keluargamu ke Surga yang sangat indah.”
Paling bisa deh kalo bikin postingan mellow mbak, ahlinya sampeyan. (y) … ibu buat aku juga merupakan jimat, barang siji sing kudu dirumat. Hehe ;)
BalasHapushemmm... tergantung suasana hati se... hihii...
BalasHapus