Tentang Seseorang
Permisi owner-nya blog, mau minta ijin curkit boleh yaa..
Efek booming film reuni AADC penulis jadi teringat masa lalu, sebenernya gak ada yg terlalu istimewa yg dialami penulis sama film ini. Malah sudah lupa dulu nonton film AADC ini dimana, sama siapa dan kapan .. Nothing special moment.
Tapi tetep film ini legendaris banget di jamannya, film lokal pertama yang mampu bersaing di tengah kepungan film² produksi hollywood dan china. Bisa dibilang film inilah tonggak bangkitnya dunia perfilman nasional yang sudah lama mati suri, makanya jangan heran kalo kawula muda saat itu begitu terobsesi dengan film ini. Mulai dari dandanannya, dialognya, sampai artisnya dipuja setinggi langit...terutama Dian Sastro. Hehe..
Oke cukup bahas AADCnya ya, penulis akan langsung flashback ke tahun 2005 dimana penulis untuk pertama kalinya (dan semoga juga yg terakhir ) insyaf dan mengenal dunia baru yg bernama Jamaah.
Kalo secara ngaji sebenernya sudah lama ada guru agama perempuan (mbakghot) yg rutin datang ke rumah, tapi belum bisa menyentuh sampai ke dalam hati. Namanya juga hidayah, mau dipaksakan seperti apa juga kalo Alloh tidak paring ya tidak bisa.
Sampai pada suatu saat penulis kenal dengan sebut saja Ade, berawal dari hobi yang sama yaitu sepakbola dan main PS, dari situ penulis mulai masuk sedikit demi sedikit dan bergaul sama orang² jamaah. Sesederhana itulah ilham yg diberikan kpd penulis dan akan terus penulis syukuri. ☺
Semakin akrab lagi penulis rasakan setelah diajak touring ke kota Kediri untuk daerahan pusat sekaligus B, semua yg dulu hanya serasa teman ngaji biasa seolah menjadi saudara yg sudah lama. Mukjizat.
Tidak hanya di pengajian, penulis juga melibatkan diri di organisasi muda-mudi seperti Formasa atau di kampus, namanya ASC (Airlangga Student Club).
Di ASC dan Formasa inilah baru penulis menyadari kalo cewek-cewek di jamaah itu luar biasa indah, beda dengan orlu. Jujur saja selama kuliah meski belum ngaji penulis gak pernah pacaran, lebih sibuk sama temen soalnya. Dan temen² penulis jg rata-rata jomblo, sampe sempat kepikiran bikin organisasi Jojoba (jomblo-jomblo bahagia), ijo lumut (ikatan jomblo lucu dan imut²) atau ICMI (ikatan cowok malammingguan ijen) :D
Karena intensitas kegiatan yg mengharuskan banyak bertatapmuka secara langsung, wajar kan kalo mulai ada rasa spesial ke seseorang atau dua orang atau lebih hihihi.. :p
Entah iseng atau memang sengaja, yg namanya pdkt mengalir begitu saja buat penulis, dan tanpa filter. Disinilah penulis terlambat menyadari, ada perbedaan antara gadis² jm dan non-jm, dimana sedikit perhatian berlebih akan dianggap serius oleh mereka, maksudnya, ujung dari pdkt itu adalah pernikahan, bukan pacaran.
Mungkin kegagalan membina rumah tangga penulis terjadi karena di masa lalu pernah mengecewakan banyak hati yang notabene itu adalah saudara seiman penulis sendiri, mungkin ini adalah pelajaran yg harus penulis jalani bagaimana rasanya "sakitnya tuh disini" kalo bahasa jaman sekarang.
Kembali sendiri setelah beberapa tahun ada seseorang untuk berbagi bisa penulis jalani meski pada awalnya tidak mudah. Masuk tahun ini penulis mulai bisa membuka hati, teman² dan pengurus pun mencoba untuk mencarikan jodoh buat penulis, sampai pada akhirnya bulan romadhon kemarin penulis dekat dengan seseorang. Seseorang yg pada awalnya sama sekali tidak ada di hati, seseorang
yg pada awalnya hanya penulis godai dan bully, seseorang yg bisa membuat penulis melakukan pdkt dengan cara yg benar (ta'aruf), seseorang yg bisa membuat penulis rutin bangun di sepertiga malam.
Akhir-akhir ini penulis merasa sedikit frustasi, target pribadi 3 bulan sudah harus ada aksi gagal terealisasi, efeknya penulis jadi seperti krisis percaya diri. Jangankan ketemu dan bertatap muka, sekedar menyapa lewat dunia maya saja penulis gak seberani dulu.
Jadi untuk seseorang disana yg sedang terluka, kecewa dan marah penulis bisa mengerti. Penulis juga bisa menerima kalo memang ada sanksi yg akan dijatuhkan. Tapi sebelumnya penulis minta maaf, maaf karena penulis sudah egois, egois takut kehilangan seseorang padahal belum menjadi milik sah penulis.
Semoga seseorang tersebut mau memaafkan.
NB: jangan serius-serius juga bacanya yaa, hanya ingin melihat senyummu kembali. :)
NB: jangan serius-serius juga bacanya yaa. ;)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapushai penulis maaf ya ikut komen nih... untuk seseorang yg dirasa penulis lg marah dia hanya belum dewasa untuk mnghadapi masalahnya dy blm bsa memahami kondisi yg ada yg dy inginkan ada seseorg yg ingin mempertahankannya mskipun sulit setidaknya itu jg bsa jd motifasi jg buat dia...mungkin dy jg sebenernya takut kehilangan penulis makanya dy brsikap spt itu..jd saranku (bukan bermaksud menggurui ya) segala sesuatunya bisa dibicarakan baik2 biar tdk ada salah paham... hehe..maaf ya penulis ...
BalasHapusMasukannya penulis catat ya. Terimakasih atas sarannya. :)
BalasHapushaha...semakin gak jelas siapa pembaca dan penulisnya... namanya sama2 anonim.. ^_^
BalasHapusHaha iya, trus gimana dong enaknya? :p
BalasHapusya penulis komennya pake akun blog dong... ya gak??
BalasHapusHarus jadi blogger juga ya, haha maap penulis gaptek. :p
BalasHapusHaaaa...bukan gituuu anonim.... kan emang penulis uda jadi blogger hemmm *semakin gejeeessss
BalasHapus